Saiful Bahri (Pon Yaya)
Saiful Bahri, yang lebih dikenal dengan nama sandi perjuangan Pon Yaya, adalah figur sentral dalam lanskap politik dan organisasi kemasyarakatan di Aceh. Sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ia memiliki pengaruh akar rumput yang sangat kuat, terutama di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Karier dan Jabatan Strategis
Ketua KPA Wilayah Samudera Pase
Hingga saat ini, Pon Yaya memegang amanah sebagai pucuk pimpinan bagi para mantan kombatan di salah satu wilayah dengan basis massa terbesar di Aceh. Perannya meliputi:
- Mengoordinasikan struktur organisasi dari tingkat Wilayah hingga ke tingkat Sagoe.
- Menjaga stabilitas dan persatuan di kalangan keluarga besar KPA/PA di Aceh Utara dan Lhokseumawe.
- Menjadi jembatan aspirasi masyarakat lokal terhadap pemerintah pusat maupun daerah.
Ketua DPR Aceh (2022–2023)
Pon Yaya mencatatkan sejarah penting saat menjabat sebagai Ketua DPRA, dengan fokus utama pada:
- Advokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.
- Penguatan Lembaga Wali Nanggroe.
- Penyelesaian revisi UUPA (Undang-Undang Pemerintahan Aceh).
Anggota Legislatif
Ia merupakan anggota parlemen dari Fraksi Partai Aceh yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 5 (Aceh Utara dan Lhokseumawe).
Garis Perjuangan & Pemikiran
Pon Yaya dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap garis komando pimpinan tertinggi Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem). Ia fokus pada kesejahteraan mantan kombatan melalui pemberdayaan ekonomi dan aktif mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di sektor pertanian untuk masyarakat desa.
Karakteristik Kepemimpinan
Beliau sering digambarkan sebagai sosok yang Low Profile namun Tegas; terbuka kepada masyarakat namun tidak berkompromi soal hak-hak daerah. Sebagai pemimpin, ia menjadi figur pemersatu yang mampu merangkul berbagai faksi di internal KPA wilayah Pase agar tetap solid dalam satu komando.
